Oleh: btqsman1grati39 | Juni 28, 2013

Pendekatan, Strategi, dan Model dalam Pembelajaran

PENDEKATAN, STRATEGI, DAN MODEL DALAM PEMBELAJARAN

oleh: Aan As’ari

PENDAHULUAN

Pendekatan pembelajaran adalah sebuah titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.

Pemilihan strategi pembelajaran pada dasarnya merupakan salah satu hal penting yang harus dipahami oleh setiap guru, mengingat proses pembelajaran merupakan proses komunikasi multiarah antarsiswa, guru, dan lingkungan belajar. Karena itu pembelajaran harus diatur sedemikikan rupa sehingga akan diperoleh dampak pembelajaran secara langsung (instructional effect) ke arah perubahan tingkah laku sebagaimana dirumuskan dalam tujuan pembelajaran.

Model Pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.

Sebagai suatu teknologi pendidikan, pembelajaran terdiri dari berbagai komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Diantara komponen tersebut meliputi : Pendekatan, strategi, dan model dalam pembelajaran seperti yang tersebut diatas. Ketiga komponen pembelajaran tersebut harus diperhatikan oleh guru dalam memilih dan menentukan pendekatan, dan model-model pembelajaran apa yang akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

PEMBAHASAN

  1. A.     Pendekatan Pembelajaran

Pendekatan berasal dari bahasa Inggris yaitu approach yang memiliki arti pendekatan. Di dalam dunia pengajaran, approach atau pendekatan dapat diartikan cara memulai pembelajaran. Pendekatan dapat diartikan pula titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Menurut pendapat Wahjoedi, pendekatan pembelajaran adalah cara mengelola kegiatan belajar dan perilaku siswa agar ia dapat aktif melakukan tugas belajar sehingga dapat memperoleh hasil belajar secara optimal. Sedangkan menurut Sanjaya pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. Di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Berdasarkan kajian terhadap pendapat ini, maka pendekatan merupakan langkah awal pembentukan suatu ide dalam memandang suatu masalah atau obyek kajian. Pendekatan ini akan menentukan arah pelaksanaan ide tersebut untuk menggambarkan perlakuan yang diterapkan terhadap masalah atau obyek kajian yang akan ditangani. [1]

Jenis – Jenis Pendekatan  Pembelajaran

Variabel utama dalam kegiatan pembelajaran adalah guru dan siswa. Berdasarkan hal tersebut, maka pendekatan dalam pembelajaran secara umum dibagi menjadi dua, yaitu pendekatan pembelajaran berorientasi pada guru (teacher centered approaches) dan pendekatan pembelajaran berorientasi pada siswa (student centered approaches). Hal ini sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Killen, Roy dalam bukunya yang berjudul Effective Teaching Strategies mengemukakan bahwa ada dua pendekatan dalam kegiatan pembelajaran yaitu :[2]

  1. pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada guru (teacher centered approach)

Pendekatan pembelajaran berorientasi pada guru yaitu pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai objek dalam belajar dan kegiatan belajar bersifat klasik. Dalam pendekatan ini guru menempatkan diri sebagai orang yang serba tahu dan sebagai satu-satunya sumber belajar.

Pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru memiliki ciri bahwa manajemen dan pengelolaan pembelajaran ditentukan sepenuhnya oleh guru. Peran siswa pada pendekatan ini hanya melakukan aktivitas sesuai dengan petunjuk guru. Siswa hampir tidak memiliki kesempatan untuk melakukan aktivitas sesuai dengan minat dan keinginannya.

Selanjutnya pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung (derect instruction), pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori. Pada strategi ini peran guru sangat menentukan baik dalam pilihan isi atau materi pelajaran maupun penentuan proses pembelajaran.

  1. pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada siswa (student centered approach).

Pendekatan pembelajaran berorientasi pada siswa adalah pendekatan pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subjek belajar dan kegiatan belajar bersifat modern. Pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada siswa, menejemen, dan pengelolaannya ditentukan oleh siswa. Pada pendekatan ini siswa memiliki kesempatan yang terbuka untuk melakukan kreatifitas dan mengembangkan potensinya melalui aktifitas secara langsung sesuai dengan minat dan keinginannya.

Pendekatan ini , selanjutnya menurunkan trategi pembelajaran discovery dan inkuiry serta strategi pembelajaran induktif, yaitu pembelajaran yang berpusat pada siswa. Pada strategi ini peran guru lebih menempatkan diri sebagai fasilitator, pembimbing sehingga kegiatan belajar siswa menjadi lebih terarah. Jadi fungsi Pendekatan Pembelajaran adalah sebagai pedoman umum dalam menyusun langkah-Iangkah metode pengajaran yang akan digunakan.

B. STRATEGI PEMBELAJARAN

Pemilihan strategi pembelajaran pada dasarnya merupakan salah satu hal penting yang harus dipahami oleh setiap guru, mengingat proses pembelajaran merupakan proses komunikasi multiarah antarsiswa, guru, dan lingkungan belajar. Karena itu pembelajaran harus diatur sedemikikan rupa sehingga akan diperoleh dampak pembelajaran secara langsung (instructional effect) kearah perubahan tingkah laku sebagaimana dirumuskan dalam tujuan pembelajaran.

Dalam dunia pendidikan seperti yang dikutip Wina sanjaya dari J.R David, strategi diartikan sebagai  a plan, method, or series of activities designed to achieves a particuler educational goal. [3] Jadi dengan demikian strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

Ada dua hal yang patut kita cermati dari pengertian diatas. Pertama, strategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan)  termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam pembelajaran. Kedua, strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu.

Terdapat berbagai pendapat tentang strategi pembelajaran sebagaimana yang dikemukakan oleh para ahli pebelajaran ( instructional technologist ). Diantaranya :

  1. Dick dan carey menjelaskan bahwa srategi pembelajaran terdiri atas seluruh komponen materi pembelajaran dan prosedur atau tahapan kegiatan yang diginakan oleh guru  dalam rangka membantu peserta didik mancapai tujuan pembelajaran tertentu. Menurut mereka strategi  pembelajaran bukan hanya terbatas pada prosedur atau tahapan kegiatan belajar saja, melainkan termasuk juga pengaturan materi atau paket program pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik.[4]
  2. Michael Pressley menyatakan bahwa strategi-strategi  belajar adalah operator-operator kognitif meliputi dan terdiri atas proses-proses yang secara langsung terlibaat dalam menyelesaikan suatu tugas (belajar). Strategi-strategi tersebut merupakan strategi yang digunakan siswa untuk memecahkan masalah belajar tertentu [5].
  3. Kemp menjelaskan, bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. [6]

Dari konsep diatas maka jelas menentukan strategi pembelajaran pada hakikatnya adalah menyusun pengalaman belajar siswa. Dengan demikian strategi pembelajaran yang dipilih oleh guru selayaknya didasari pada berbagai perkembangan sesuai dengan situasi, kondisi dan lingkungan yang dihadapinya. Pemilihan strategi pembelajaran umumnya bertolak dari :[7]

  1. Rumusan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan
  2. Analisi kebutuhan dan karakteristik peserta didik yang dihasilkan
  3. Jenis materi pembelajaran yang akan dikomunikasikan

Ketiga elemen yang dimaksud selanjutnya disesuaikan dengan media pembelajaran atau sumber belajar yang tersedia yang mungkin digunakan. Untuk mengajarkan kompetensi yang berjenis kognitif atau kompetensi yang berjenis afektif maupun kompetensi yang berjenis psikomotor pasti membutuhkan strategi pembelajaran yang berbeda. Demikian pula jika mengajarkan jenis materi yang berbeda pasti memerlukan strategi pembelajaran yang berbeda pula.[8]

Jenis-Jenis Strategi Pembelajaran

Sehubungan dengan penetapan strategi pembelajaran, ada empat maslah pokok yang dapat dijadikan pedoman untuk pelaksanaan kegiatan pembelajaran agar berhasil sesuai dengan yang diharapkan yaitu : [9]

  1. Mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi perubahan tingkahlaku dan kepribadian anak didik sebagaimana yang diharapkan.
  2. Memilih sistem pendekatan pembelajaran berdasarkan aspirasi dan pandangan hidup masyarakat.
  3. Memilih dan menetapkan prosedur, metode, dan teknik pembelajaran yang dianggap paling tepat dan efektif seghingga dapat dijadikan peganggan oleh para guru dalam menunaikan kegiatan mengajarnya.
  4. Mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur atau kriteria dan patokan ukuran (standard) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan (achievement) usaha.

Pencapaian sasaran atau tujuan yang ditentukan, akan sangat tergantung pada pengamasan bahan dan strategi pembelajaran yang digunakan. Berikut beberapa strategi pembelajaran sebagai upaya memberikan pengalaman belajar kepada siswa :[10]

  1. Strategi pembelajaran ekspositori

Strategi pembelajaran ekspositori adalah strategi pembelajaran yang menekankan kepada proses penyampaian materi secara verbal dari  seorng guru kepada sekelompok siswa dengan maksud agar siswa dapat mengusai materi pelajaran secara optimal . Roy killen menamakan Strategi pembelajaran ekspositori ini dengan istilah strategi pembelajaran langsung ( direct instructional ). Oleh karena itu strategi ekspositori lebih menekankan kepada proses bertutur maka, sering juga dinamakan strategi “ chalk n talk “ . Fokus utama strategi ini adalah kemampuan akademis (academic achievment) siswa. Metode pembelajaran yang sering digunakan untuk mengaplikasikan strategi ini adalah  metode kuliah atau ceramah.

2. Strategi pembelajaran inkuiri

Strategi pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban yang sudah pasti dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya jawab antara guru dengan siswa. Strategi pembelajaran ini sering juga dinamakan strategi heuristic,yang berasal dari bahasa yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. [11]

3.  Strategi Pembelajaran kooperatif

Strategi Pembelajaran kooperatif merupakan  strategi pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokan / tim kecil, yaitu antara empat sampai enam orang yang mempunyai latar belakang akademis, jenis kelamin, ras, atau suku yang berbeda (heterogen). Sistem penilain dilakukan terhadap kelompok. Setiap kelompok akan mendapatkan penghargaan (reward), jika kelompok mampu menunjukkan prestasi yang dipersyaratkan. Dengan demikian, setiap anggota kelompok akan memiliki ketergantungan positif. Ketergantungan semacam itulah yang selanjutnya akan memunculkan tanggungjawab individu terhadap kelompok dan keterampilan interpersonal dari setiap kelompok. Setiap individu akan saling membantu, mereka akan memiliki motivasi untuk keberhasilan kelompok, sehingga setiap individu aakan memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan kontibusi demi keberhasilan kelompok. [12]

  1. C.    Model Pembelajaran

Pada dasarnya model pembelajaran merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Model Pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran. Berikut pengertian model menurut beberapa tokoh :

  1. Meyer W.J. model adalah sebagai suatu obyek atau konsep yang digunakan untuk mempresentasikan sesuatu hal. Sesuatu yang nyata dan dikonversi untuk sebuah bentuk yang lebih komprehensif.
  2. Soekamto, dkk  mengemukakan maksud dari model pembelajaran adalah Kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar mengajar. [13]
  3. Mills berpendapat model adalah bentuk representasi akurat sebagai proses aktual yang memungkinkan seseorang atau sekelompok orang mencoba bertindak berdasarkan model itu.
  4. Richard I Arends mengemukakan model pembelajaran mengacu pada pendekatan yang akan digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pembelajaran, tahap-tahap kegiatan di dalam pembelajaran, lingkungan pembelajaran dan pengelolaan kelas.

Dengan uraian di atas, istilah pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, dan teknik pembelajaran dapat dirangkai menjadi satu kesatuan utuh menjadi model pembelajaran seperti gambar berikut :

Berikut beberapa macam model pembelajaran menurut Rusman adalah : [14]

  1. Model pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching  and Learning).
  2. Model pembelajaran kooperatif (Cooperative learning).
  3. Model pembelajaran berdasarkan masalah.
  4. Model pembelajaran tematik.
  5. Model pembelajaran berbasis komputer.
  6. Model partisipatif , aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAKEM).
  7. Model pembelajaran bebasis Web (e-learning ).

PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM

Implikasi instruksional teknologi pendidikan dalam proses pembelajaran

Implikasi instruksional pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran dan model pembelajaran dalam proses pembelajaran berikut penulis sajikan hasil dari lesson study yang merupakan salah satu program peningkatan kualitas pembelajaran yang ada di SMAN 1 GRATI Kabupaten Pasuruan. Open class yang diadakan oleh SMAN 1 GRATI adalah program lesson study berbasis sekolah yang dilaksanakan setiap 2 minggu sekali oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran Sekolah (MGMPS) selain MGMP yang diadakan oleh MGMP Kabupaten Pasuruan.

Lesson study yang dilaksanakan dalam mata pelajaran Baca Tulis Al-Qur’an sebagai mata pelajaran muatan lokal kabupaten Pasuruan ini dilaksanakan Aan as’ari sebagai guru model pada semester genap tahun pelajaran 2012-2013 dengan rincian sebagai berikut :

Standar Kompetensi               : Mengidentifikasi, mengucapkan/melafalkan dan

menerapkan bacaan tajwid dengan baik dan benar dalam membaca Al-Qur’an.

Kompetensi dasar                    : Mengidentifikasi, mendiskusikan,

mendemonstrasikan dan membaca dengan baik dan benar bacaan idgham bighunnah pada Al-Qur’an juz 22.

Pendekatan pembelajaran       : Student centered approaches.

Strategi Pembelajaran             : Strategi Pembelajaran kooperatif

Model pembelajaran                : Number head togather (NHT)

Teknik pembelajaran               : Guru model menggunkan reward stiker berisi

tentang asmaul husna dan hadis nabawi sebagai strategi memotivasi keaktivan siswa.

Langkah-langkah pembelajaran :

No

Kegiatan Pembelajaran .

Alokasi Waktu

Karakter

1. Kegiatan Awal

  1. Guru mengucapkan salam, mengecek kehadiran dan kesiapan siswa
  2. Sebagai apersepsi, guru memotivasi siswa dengan memberikan kuis yang terkait dengan materi yang lalu (idhar halqi)
  3. Guru menyampaikan pokok materi pembelajaran serta menginformasikan kompetensi yang akan dicapai.
  4. Guru memberikan instruksi kepada siswa membaca beberapa ayat Al-Qur’an juz 22 secara berkelompok.
  5. Guru menjelaskan aturan pembelajaran

 

15

Menit

Religius,

Peduli sosial,

Menghargai prestasi

2 Kegiatan Inti

  1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
  2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
  3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya
  4. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
  5. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
  6. Kesimpulan

60

Menit

Bersahabat/

Komunikatif,

Demokratis,

Kerja keras

Menghargai prestasi,

3 Kegiatan penutup

  1. Siswa diberi penguatan pemahaman sebagai penegasan dengan cara membaca contoh-contoh bacaan dalam Al-Qur’an
  2. Guru memberikan tugas individu kepada siswa untuk mengetahui pemahaman siswa
  3. Pembelajaran diakhiri dengan do’a

15

Menit

Religius

Menghargai prestasi

                                                              

Di dalam refleksi lesson study pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an di kelas X5 SMAN1 Grati yang diikuti 17 observer tersebut dapat disimpulkan diantaranya bahwa :[15]

  1. Dengan memakai reward stiker berisi tentang asmaul husna dan hadis nabawi memotivasi keaktivan siswa tidak hanya dapat menumbuhkan semangat siswa pada saat apersepsi, juga dapat memotifasi siswa aktif dan antusias dalam mengikuti seluruh proses pembelajaran.
  2. Tadarus di awal pembelajaran dapat membuat psikologi siswa jadi lebih tenang dan sekaligus melatih keterampilan baca Al-Qur’an
  3. Dengan menggunakan pendekatan pembelajaran student centered approaches, strategi pembelajaran kooperatif dan model pembelajaran Number head togather (NHT) guru model tidak hanya dapat melaksanakan pembelajaran dengan baik, namun sekaligus membuktikan bahwa pembelajaran Al-Qur’an bisa aktif dan menyenangkan.


KESIMPULAN

Dari pemaparan makalah diatas dapat disimpulkan bahwa :

  1. Pendekatan pembelajaran adalah sebuah titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum.
  2. Strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru dengan tujuan proses pembelajaran yang berlangsung di kelas dapat mencapai tujuan (goals) secara efektif dan efisien.
  3. Model Pembelajaran adalah suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran
  4. Dengan menggunakan pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran dan model pembelajaran yang tepat seorang guru dapat melaksanakan pembelajaran dengan baik sekaligus membuat pembelajaran Al-Qur’an bisa aktif dan menyenangkan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Maliyah, Sugeng Listyo Prabowo & Faridah Nur.  Perencanaan bidang studi: pada bidang studi,bid. Studi tematik, muatan lokal, kecakapan hidup, bimbingan dan konseling  Malang : UIN Maliki press, 2010.

Muhammad, Hamzah B. Uno & Madain. Belajar dengan pedekatan PAILKEM, Jakarta : PT Bumi Aksara, 2011.

Riyanto, Yatim. Paradigma baru pembelajaran,  Jakarta : Kencana Prenada  Media Group, 2009.

Rusman, Model-model Pembelajaran ; Mengembangkan profesionalisme guru, Jakarta : PT RajaGrafindo Persada, 2012.

Sanjaya, Wina. Strategi pembelajaran  berorientasi standar proses pendidikan, Jakarta :  Kencana prenada Media Group, 2008.

                        Perencanaan dan Desain Sistem pembelajaran, Jakarta : Kencana Prenada  Media Group, 2010.

Trianto, Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif,  Jakarta : Kencana Prenada  Media Group, 2011.


[1] Wina Sanjaya, Strategi pembelajaran  berorientasi standar proses pendidikan, (Jakarta :  Kencana prenada Media Group, 2008), 127.

[2] Rusman, Model-model Pembelajaran ; Mengembangkan profesionalisme guru, ( Jakarta : PT RajaGrafindo Persada, 2012 ), 381.

[3]  Wina sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem pembelajaran, (Jakarta : Kencana Prenada  Media Group, 2010), 186.

[4] Hamzah B. Uno & Madain Muhammad, Belajar dengan pedekatan PAILKEM, (Jakarta : PT Bumi Aksara, 2011), 5.

[5] Trianto, Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif, ( Jakarta : Kencana Prenada  Media Group, 2011), 139-140.

[6]  Wina sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem pembelajaran,187.

[7]  Hamzah B. Uno & Madain Muhammad, Belajar dengan pedekatan PAILKEM , 4.

[8] Sugeng Listyo Prabowo & Faridah Nur Maliyah , Perencanaan bidang studi: pada bidang studi,bid. Studi tematik, muatan lokal, kecakapan hidup, bimbingan dan konseling ( Malang : UIN Maliki press, 2010 ), 91.

[9]  Yatim Riyanto, Paradigma baru pembelajaran, ( Jakarta : Kencana Prenada  Media Group, 2009),135.

[10] Wina sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem pembelajaran, 189.

[11] Ibid., 191.

[12] Ibid., 194.

[13] Trianto, Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif, 21-22.

[14] Rusman, Model-model Pembelajaran ; Mengembangkan profesionalisme guru, 187.

[15] Sumber diambil dari fasilitator Lesson study berbasis Sekolah SMAN 1 GRATI Pasuruan Tahun pelajaran 2012-2013.


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: